Ketika Cinta Dibalas Luka

Kita ingin bahagia. Kita ingin cinta yang tulus. Tapi…

Selama ini bagaimana orang lain memperlakukan kita? Apa perlakuan itu pantas untuk kita?

Bagaimana mereka mencintai kita? Apa seperti yang kita harapkan?

Setelah membandingkan sikap orang lain pada kita dengan sikap yang kita harapkan dari mereka, mungkin timbul rasa syukur yang meruah. Mungkin juga timbul kekecewaan, amarah, kepahitan di hati. Apapun yang kita rasakan – syukur atau hancur – ada satu pertanyaan lagi yang lebih penting:

Bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri selama ini?

Seberapa besar kita sudah mencintai diri sendiri?

Dari menjawab pertanyaan yang terakhir ini kita mungkin akan menemukan bahwa sesungguhnya apapun yang orang lain berikan pada kita hanyalah cerminan dari apa yang kita berikan pada diri sendiri.

Seberapa dalam mereka menghargai kita, biasanya sebanding dengan dalamnya kita menghargai diri sendiri. Soal apakah mereka menerima kita apa adanya, kemungkinan juga senada dengan penerimaan kita akan diri sendiri. Kualitas cinta yang mereka sajikan pada kita, pun rasanya sama dengan cinta yang kita suguhkan untuk diri sendiri.

Sering direndahkan orang? Disepelekan? Dipandang sebelah mata? Mungkin karena kita sendiri sudah menutup mata dari banyak potensi dalam diri kita. Tanpa kita sadari kita sudah merendahkan diri sendiri, sebelum orang lain merendahkan kita. Mungkin niat awalnya cuma ingin rendah hati, tapi overdosis jadi rendah diri.

Sering dimanfaatkan orang lain? Sering disakiti? Dikhianati? Dikecewakan? Biasanya karena kita terbiasa mengesampingkan hasrat dan keinginan hati kita demi kebahagiaan yang sempurna yang konon akan indah di akhir cerita. Istilah kata, “bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Tanpa kita sadari kita memanfaatkan diri sendiri, mengabaikan kebutuhannya akan kebahagiaan-kebahagiaan sederhana demi suatu tujuan yang… mungkin baik. Tapi jika kita harus menyiksa diri demi sesuatu yang kita kira baik, mungkin kita salah memperkiraan.

Perlakuan buruk orang terhadap kita bisa macam-macam. Namun apapun lukanya, bagaimanapun deritanya, cuma satu solusinya:

me first

Atau aku dulu.

Dahulukan diri sendiri. Bukan egois, kita tetap baik dan lain sebagainya pada semua orang, seperti biasanya. Tapi siapa yang akan bisa menghargai kita jika kita sendiri nggak menghargai diri sendiri? Nggak akan ada orang yang melihat bahwa kita pantas mendapatkan cinta yang terbaik jika kita sendiri selalu menomor-sekiankan diri sendiri. Jadi…

Jika kita ingin bahagia, bahagiakan diri sendiri sekarang ini, jangan tunggu nanti, esok, kelak. Karena dngan terbiasa bahagia, kita bisa dengan mudah mendeteksi orang-orang yang hanya akan membawa derita dalam hidup kita.

Jika kita ingin cinta yang tulus, terima diri sendiri sebagaimana adanya. Puji setiap kelebihan diri. Adapun kekurangan-kekurangannya, kita bisa perbaiki jika ingin. Tak perlu menuntut dengan kata ‘harus‘, ‘musti‘ maupun sekedar ‘seharusnya‘. Dalam menyikapi kekurangan diri, mungkin perlu kita ingat-ingat lagi moment di mana kekurangan-kekurangan itu menguntungkan bagi kita, mungkin bahkan pernah menyelamatkan hidup kita. Dengan begini, kita bisa melihat kekurangan diri sebagai kelebihan juga. Dan akhirnya muncul penerimaan yang jujur dan cinta yang tulus pada diri sendiri.

Diri yang sudah terbiasa dengan hujan cinta yang murni, akan mampu dengan mudah membedakan mana cinta palsu dan mana yang asli.

5 Comments

  1. Debora

    Sangat menginspirasi artikel @ tante dukun. Menjadi pencerahan buat pribadi saya yg selama ini selalu mengutamakan orang lain dan mengesampingkan diri sendiri dan akhirnya apa yg saya terima? Bukan maksud minta balasan, pyur semua niat tulus ikhlas sy. Semoga blm terlambat bagi saya utk memperbaiki diri saya utk bisa punya sikap โ€ me first and love my selfโ€. Thanks @tantedukun..๐Ÿ˜˜

  2. Yani binti saefulloh

    Tante gimana caranya agar dia pilih aku ..aku dah terlanjur sayang ma dia tapi hubunganku di ganggu mantan istrinya padahl mantnya dah tau hubungan aku ma dia dan juga dia punya suami tapi dia menghancurkan hubungan ku dengan meminta kelurga nya untuk balikan lagi tolong donk tan gimana

  3. Ika prasetyowati

    Ingin keluar dan melepaskan untuk kedamaian hati krn hub sdh tdk sehat dan menyakitkan,merendahkan dan menyimpang.tapi kembali lg tdk bisa memutuskan karena ada anak yg msh membutuhkan biaya karena saya blm bs mencukupi kebutuhan anak” sendiri.harus bagaimana?

  4. mell

    hai mrs dukun palsu, im mell, from malaysia, aku seronok banget liat video dukun palsu, gi mana caranya mahu dapatkan personal tarot.aku lagi cerai sama mantan ku bulan juli tahun 2018, susah amat mau move on, aku still mengharap sama dia, tapi dia juga ternyata malah benci sama aku, jadi aku mau tahu apa itu ada dalam hatinya. whatapps aku yok dukun. 0178728467

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The maximum upload file size: 10 MB.
You can upload jpg, jpeg, gif, png, mp3, txt, pdf, rtf, doc, xls, and xlsx files.