Cara Membuka Root Chakra

Ini panduan membuka root chakra dengan cara yang realistis dan terbukti ampuh, setidaknya di saya dan orang-orang yang pernah saya bantu.

Kalo kamu berharap saya bisa kasih tau kamu malaikat apa yang musti kamu panggil untuk buka root chakra, atau musti meditasi jam berapa, di mana, baca mantra apa, membayangkan apa… Saya bukan dukun yang tepat buat kamu. Silahkan cari dukun lain.

Sebelum kita masuk ke bahasan utama, mungkin perlu saya singgung sedikit tentang apa itu chakra, buat kamu yang belum begitu paham chakra itu apa.

Chakra itu apa?

Chakra itu denyut energy. Simple-nya begitu.

Ada 7 chakra yang dipercaya orang. Masing-masing punya fungsi penting dalam seret lancarnya hidup kita. Nggak ada hal mistis tentang chakra. Yang manapun itu. Terbuka nggaknya chakra seseorang, bisa dideteksi dari kesehariannya. Untuk membukanya, juga bisa lewat keseharian kita.

Kalo ada chakra yang kurang terbuka, atau nggak aktif, maka seretlah area hidup di area yang berkaitan dengan chakra tersebut. Sebaliknya kalo chakra itu terbuka, aktif menebar dan menyerap energy, area hidup di area yang berkaitan dengan chakra tersebut jadi mulus.

Root chakra, lokasinya di area bawah… Wilayah kecamatan kancut. Ini chakra yang pertama. Kalo chakra ini nggak aktif, atau nggak terbuka, orang tersebut gampang halu, terutama kalo chakra-chakranya yang lain aktif tapi yang root nggak.

Root chakra itu apaan?

Root chakra berkaitan dengan yang namanya survival dan kebutuhan kita sebagai makhluk hidup.

Kebutuhan apa? Survival apa?

Ya kebutuhan hidup yang mendasar. Makan, tempat tinggal… Kalo kebutuhan dasar ini nggak terpenuhi, atau KURANG terpenuhi, seseorang merasa nggak aman.

Ada lagi kebutuhan lain yang juga sifatnya mendasar, dan bagian dari survival…

Kebutuhan untuk diterima orang lain. Kebutuhan merasa saling memiliki. Kebutuhan akan connection. Cinta. Kehadiran. Kalo ini nggak terpenuhi, hampa… Kan gitu.

Kalo kamu nggak merasa seperti itu… Saya bisa bilang kamu sudah terlanjur percaya sama kebohonganmu sendiri. Mungkin halu akut. Ati-ati di jalan…


Cara membuka atau mengaktifkan Root Chakra

Kalo kamu pengen membuka root chakra, LANGKAH PERTAMA…

Step 1: Sadari kamu punya kebutuhan

Sadari bahwa kamu manusia, kamu hidup, maka kamu punya kebutuhan-kebutuhan yang musti dipenuhi. Jangan ingkari kalo kamu butuh duit, jangan ingkari kalo kamu butuh dicintai, diterima, dihargai. Jangan bilang kamu tulus karena pada dasarnya ketulusan itu NON SENSE. Selalu ada tujuan dari setiap aksi dan ucapan kita.

Kamu bekerja karena kamu mungkin cari duit, mungkin cari pemuasan batin, butuh penyaluran kreatifitas atau butuh mengembangkan diri, atau mungkin kamu bekerja karena tuntutan sosial… Nggak mau disebut pengangguran. Bisa macem-macem tujuannya.

Kamu sayang sama seseorang, dan ketika kamu sudah mewujudkan perasaan kasihmu dengan perbuatan, atau perkataan, apalagi pemberian, apalagi pengabdian… ada udang di situ. Ada harapan akan adanya transaksi di situ.

Kamu menyayangi, karena ingin disayangi. Kamu memberi, karena ingin menerima. Kamu beraksi, karena kamu mengharapkan reaksi. Kamu berupaya, karena kamu mengharapkan hasil. Sadari itu, dan akui itu.

“Ya cintaku mungkin tulus, tapi aku lakukan ini karena aku menginginkan sesuatu balasan.”

Atau “Ya… Kerjaan ini memang bukan pekerjaan yang membahagiakan. Tapi aku lakoni karena aku butuh pekerjaan…” Gitu ya kira-kira… Kamu sesuaikan aja dengan apapun tujuan kamu sendiri.

Begitu juga dalam hal lain… Bantu tetangga, misalnya. Mungkin kamu mbantu karena nggak mau dibilang pelit, tega, bengis…

Tujuannya di sini menjaga citra diri.

Atau kamu dengerin curhat temen sedangkan kamu sendiri lagi butuh curhat… atau kamu udah bosan denger curhatannya… itu-itu melulu.

Mungkin kamu tetap dengerin biar dia nggak kecewa, sedih, atau marah…

Demi dia? Bukan.

Demi kamu.

Kamu butuh merasa diterima. Mendengarkan curhatnya temen bikin kamu merasa diterima. Kalo kamu nggak mau dengerin curhatnya, kamu tau dia bakal merasa gimana-gimana, mungkin hubungan pertemanan merenggang atau lebih nggak enak lagi, kamu bisa kehilangan teman kamu.

Nggak ada tindakan atau ucapan yang tulus. Selalu ada tujuan pribadi di balik itu. Siapapun orangnya. Mereka dan kamu, dan saya, sama.

Sama-sama zombie…

Alright… setelah kamu sadari dan akui kamu butuh makan, butuh duit, butuh diterima, butuh dicintai dan lain sebagainya… Apa root chakra lantas terbuka, aktif, balance?

Belum. Ada langkah selanjutnya dan ini 10 kali lebih sulit, bahkan 1000 kali lebih sulit bagi sebagian orang. Kalo kamu pikir cara dari dukun lain lebih mudah, silahkan coba. Tapi kalo caranya itu dengan panggil-panggil malaikat atau arwah leluhur… Ya maafkan dukun itu kalo kamu nggak berhasil…

Saran dari saya, untuk membuka root chakra, setelah kamu sadari dan akui kamu punya kebutuhan…

Step 2: Penuhi kebutuhan itu

Cuman… Setiap hari, setiap detik pun setiap orang bergerak, berucap dan berpikir… tidurpun… Apapun yang dilakukan manusia, adalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu. Tapi…

Semua makhluk berupaya memenuhi setiap kebutuhannya… Kenapa ada yang berhasil memenuhi… Ada yang sebagian terpenuhi, sebagian nggak… Dan sebagian ada yang sudah berupaya sekuat tenaga, sampe giginya kesemutan, tapi dia nggak bisa memenuhi kebutuhan itu sama sekali?

(Mungkin kamu salah satunya?)

Begini…

Hubungan antara survival, dan root chakra, itu seperti lingkaran setan. Kalo root chakra tertutup, kamu kesulitan memenuhi kebutuhan hidup kamu. Karena kebutuhan nggak terpenuhi, root chakra makin rapet.

Ingat kan root chakra itu urusannya dengan survival? Insting survival berwujud apa?

FEAR. Rasa takut.

Rasa takut muncul ketika kita merasakan ada bahaya, atau ancaman. Dengan merasa takut, idealnya kita akan bersikap lebih waspada, lalu menyusun strategi untuk menghadapi bahaya yang secara insting sudah kita perkirakan akan terjadi. Paham ya?

Contoh… Nggak pegang duit, kita cemas ini besok bisa makan atau nggak. Lalu apa yang kita lakukan? Mungkin cari utangan, mungkin obok-obok dompet suami atau istri. Atau minta orangtua. Atau kamu jual radio nenek kamu ke pasar loak. Hehe…

Tapi gimana kalo kondisi nggak punya duit itu agak kelewat sering terjadi. Misal, tiap masuk pertengahan bulan sampe awal bulan berikutnya dompet kamu mengalami musim kemarau… Atau setiap hari selama bertaun-taun nggak pernah punya duit?

Makin sering orang itu nggak punya duit, makin sering dia khawatir soal apa yang akan dia makan selanjutnya, maka seiring waktu kekhawatirannya menciptakan konsep pikir bahwa dia…. Mungkin, nggak bisa apa-apa. Mungkin, memang ditakdirkan jadi orang nggak punya. Mungkin, lainnya… Gitu ya…

Pembentukan konsep ini terjadi tanpa disadari, dan terjadi demi survival juga. Meski nggak aman, jiwa dan raganya butuh merasa nyaman. Konsep bahwa dia nggak bisa apa-apa atau memang ditakdirkan kismin, dibentuk untuk membantu dia beradaptasi dengan realita hidupnya. Adaptasi menciptakan rasa nyaman.

Begitu juga soal asmara.

Semakin sering seseorang mencemaskan percintaannya, seiring waktu dia akan membentuk konsep pikir atau mantra negatif demi menyamankan batinnya.

Yang tadinya selalu bertanya-tanya kok nggak nemu-nemu jodoh, seiring waktu berpikir “ah, aku nggak butuh orang lain…” atau “aku jomblo tapi happy”.

Atau yang sudah punya pasangan, tadinya selalu takut kehilangan. Entah takut kehilangan tanpa alasan jelas atau takut kehilangan karena pasangannya memang pernah menghilang hehe… Nggak ada bedanya. Semakin lama dia merasa takut kehilangan, dia akan membentuk konsep pikir dengan tujuan sama… Adaptasi terhadap realita asmaranya.

Catatan… kalo kamu pikir takut kehilangan pasangan itu tandanya cinta. Sorry, bukan.

Takut kehilangan pasangan itu tandanya kamu nggak merasa diterima. Merasa diterima juga areanya root chakra kan ya…

Entah dia setia atau nggak, sweet atau nggak ke kamu… Selama kamu masih ada rasa takut kehilangan, itu berarti secara batiniah kamu belum merasa diterima.

Kenapa belum merasa diterima?

Mungkin memang dia belum bisa menerima kamu apa adanya.

Mungkin KAMU yang belum bisa menerima diri sendiri.

Atau yang ketiga…. Ini yang paling umum terjadi tapi semoga kamu nggak… Yang ketiga, MUNGKIN KAMU NGGAK JADI DIRI SENDIRI DI HADAPAN DIA.

Bilang ‘mau‘ ketika kamu sebetulnya nggak mau, dan bilang ‘terserah‘ ketika sebetulnya kamu sangat menginginkan sesuatu itu ciri-ciri orang yang lagi nggak jadi diri sendiri.

Berpikir bahwa cintamu tulus tanpa pamrih itu juga tanda bahwa kamu nggak jadi diri sendiri. Kamu manusia, itu fakta. Manusia selalu punya kebutuhan.

Kembali lagi, semakin lama orang hidup dalam bahaya, dalam kecemasan berkepanjangan, dia akan membentuk konsep pikir yang bikin dia makin dan makin nyaman dalam bahaya itu. Dan catat, konsep pikir ini biasanya negatif. Kalo dia percaya konsep ini merupakan sebuah kebenaran baginya, konsep pikir ini jadi kutukan. Buat dia pribadi. Kalo dia punya anak, ya ini kutukan bisa nurun ke anaknya.

Apapun upaya yang dia kerahkan, secara dia sudah percaya sama konsepnya sendiri, atau dengan kata lain, dia sudah mengutuk dirinya sendiri, menyantet dirinya sendiri, apapun upayanya semua sia-sia.

Yang miskin tetap miskin, malah makin miskin. Yang jomblo tetap jomblo, malah makin akut jomblonya. Yang takut kehilangan tetap nggak bahagia dalam hubungannya, malah resiko kehilangan makin hari makin tinggi. Di kondisi ini, root chakra yang tertutup, makin tertutup, makin rapet, makin seret…

Maka kamu musti bongkar apapun konsep pikir yang bikin kamu nyaman dalam kondisi kamu selama ini.

Misal, kamu terlanjur percaya hidupmu selalu menderita… Kamu musti percaya bahwa kamu bisa keluar dari penderitaanmu… bahkan jadi orang paling bahagia sedunia akhirat…

Bukan ngayal ya, tapi mengimani. Percaya. Yakin. Kalo ngayal jadi orang bahagia mungkin semua bisa. Tapi untuk percaya, belum tentu.

Nah… Membiasakan diri dengan konsep pikir yang 180 derajat terbalik dari konsep pikir yang biasanya, bukan hal yang mudah bagi kebanyakan orang.

Tapi sulit bukan berarti nggak mungkin. Sulit cuma berarti butuh waktu dan kesabaran ekstra.


Cara supaya bisa yakin pada diri sendiri, supaya sedikit lebih mudah memenuhi kebutuhan diri sehingga pada akhirnya membuka root chakra gimana, Tante?

1. Kembalikan rasa takutmu pada fungsi hakikinya, YAITU untuk membantu kamu keluar dari bahaya. Takutlah pada kemiskinan. Takutlah pada kesendirian. Dan gunakan rasa takut itu untuk mencari jalan keluar.

2. Pecah-pecahkan kebutuhan yang perlu kamu penuhi.

Misal, kamu pengen keluar dari kondisi keuangan kamu. Untuk bisa bilang bahwa kamu sudah keluar dari situ kamu butuh penghasilan berapa duit per bulan atau per hari atau per taun? Bikin goal untuk memenuhi 5 persennya.

Katakanlah kamu butuh merasa cukup itu 150 juta per bulan. 5 persennya berarti 7,5 juta per bulan.

Nah 7,5 juta ini target sementara kamu.

Jangan kamu tentukan jangka waktu, misal dalam sekian bulan harus tercapai. Nggak bisa gitu. Bebas aja. Kapanpun itu terwujud, biarlah. Tapi ketika itu terwujud, kamu merasa ternyata kamu bisa…. Meski belum sesuai jumlah yang kamu butuhkan, setidaknya terbangun sedikit keyakinan pada diri sendiri. Di tahap ini, root chakra kamu mulai agak lemes sedikit, nggak begitu rapet lagi nutupnya.

Buat kamu yang jomblo, pengen dapat pasangan hidup. Targetnya dipecah…. Misal harus kenal orang baru yang kalo diajak ngobrol nyambung sama kamu. Gampang kan ini…

Buat yang selalu takut kehilangan pasangan, ini bisa 3 sebabnya kan tadi sudah saya sebutkan. Kondisi hubungan yang terjalin juga beragam… Solusinya ya bisa macam-macam… Tergantung orang per orang juga. Saya nggak bisa kasih solusi umum di sini. Coaching aja kali ya…

Tapi secara garis besar… Kamu deteksi dulu apa sebabnya kamu merasa kurang diterima. Trus kalo sudah tau yang mana sebabnya… Kamu bikin goal sederhana yang bisa kamu lakukan setiap hari untuk membuat kamu merasa diterima. Gitu aja…


Ketika goal kecil kamu terpenuhi, otomatis kamu merasa lebih baik. Sedikit.

Ketika kamu merasa lebih baik, root chakra lebih terbuka, lebih aktif dari sebelumnya. Dan ketika root chakra agak lebih terbuka, nyari duit nyari jodoh membina hubungan jadi lebih gampang. Makin besar kemampuan kamu memenuhi kebutuhan dasarmu, hargai upaya yang sudah kamu lakukan untuk mencoba memenuhi kebutuhanmu supaya kamu makin yakin sama diri kamu, dan makin terbuka root chakra kamu.

Ketika root chakra sudah full aktif, sudah full terbuka, kamu menemukan diri kamu mendapatkan banyak kemudahan dalam memenuhi kebutuhan dasarmu. Kamu hidup berkelimpahan, dengan orang-orang yang menerima kamu apa adanya.

Hal lain yang juga bisa membantu mempercepat proses mbuka root chakra…

Stop mendengarkan lagu-lagu yang bikin kamu merasa menderita. Lagu-lagu tentang kegagalan bercinta, lagu-lagu yang bikin kamu makin yakin bahwa apa yang kamu alami itu hal yang wajar dan musti disyukuri, diterima.

Yah, wajarnya iya wajar…Disyukuri iya, apapun yang bisa kamu syukuri dari kondisi kamu, syukuri. Tapi bagian kurang-kurangnya, ya kamu tambahkan. Jangan diterima gitu aja. Kamu berhak DAN SEKALIGUS berkewajiban untuk mendapatkan semua yang kamu butuhkan.

Untuk jenis lagu, lebih baik kamu dengerin lagu-lagu yang porno plus matre sekalian. Dengerin musik-musik seperti ini selama beberapa minggu. Atau sampe kamu bisa menikmati musiknya DAN memahami konsep-konsep pikir di balik syair-syairnya. Kalo lagunya dibawakan dalam basa asing… Ada Google Translate, meski terjemahannya masih belum sempurna, saya rasa itu sudah cukup membantu ngasih gambaran tentang apa yang sedang kamu dengarkan.

Nyaranin kamu ndengerin musik seperti ini, mungkin sebagian orang mikir saya ngajak kamu ke dalam jurang kegelapan. Ya memang. Tapi memenuhi kebutuhan itu memang area yang gelap gulita. Area low vibration. Tapi kita butuh memenuhi kebutuhan itu kalo nggak mau hidup kayak mayat hidup.

Kalo mau balance, mau hidup serba mudah, serba enak, kamu rangkul keduanya, low vibe dan high vibe. Kalo high vibe doang, halu jadinya. Nggak baik.

Low vibe doang juga nggak baik, karena rakus jadinya.

Contoh pemanfaatan vibrasi yang paling gamblang, musik. Musik juga ada nada rendah dan tinggi. Kalo semua alat musik dimainkan nada tinggi semua, drum juga nada tinggi… Entah bisa didengerin atau nggak.

Udah itu aja. Selamat mencoba.

Leave a Reply